Page 315 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 315

Keping 66


             “Persis. Surat ini juga bicara soal poros keempat. Baru
           kemarin aku bicara dengan seorang teman soal itu. Peta kami
           tidak pernah tergambar di sini, tidak di dimensi tiga. Baru

           akan terbaca di poros keempat. Artinya, di luar dari dimensi
           yang bisa kita tangkap. Enteogen mungkin salah satu kunci
           untuk bisa melihat peta itu.”
             “Kamu benar-benar yakin surat itu untuk ayahku?”
             “Jelas-jelas surat itu ada di jurnal ayahmu. Kalau bukan
           buat dia, buat siapa lagi?”
             “Namaku,  Gio.  Zarah  adalah  nama  pemberian  ayahku.
           Artinya ‘partikel’.”
             Kata-kata Luca kembali berputar dalam benak Gio. Semua

           Peretas membisikkan nama mereka. Menitipkan sepotong
           nama yang mengandung petunjuk, entah kode atau fungsi.
           Nama-nama mereka tidak diberikan dengan sembarangan.
           “Ayahmu tidak pernah bicara apa-apa soal Peretas?”
             Zarah menggeleng. “Ayah cuma pernah bicara soal portal
           di Bukit Jambul, soal Jamur Guru….”
             “Bukit yang dipagari itu?”
             Zarah mengerutkan kening. “Kamu pernah ke sana?”
             “Sebelum  aku  ketemu kamu,  aku sempat  berkeliling  di
           sekitar kampung. Aku lihat bukit itu. Aku coba masuk, tapi
           ditahan. Orang yang menahanku itu cerita soal Bukit Jambul…
           memakan satu keluarga?”

             Zarah tersenyum tipis. “Tempat yang semalam kuceritakan?
           Itulah Bukit Jambul. Keluarga yang orang itu maksud? Itu
           keluargaku.”


           300
   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320