Page 316 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 316

IntelIgensI embun PagI

              “Kamu harus bawa aku ke sana.”

              “Gio, bukit itu kelihatannya cuma liliput dibandingkan
           Andes dan Patagonia, tapi masuk ke sana sama sekali nggak
           gampang. Cuma ada satu jalur untuk bisa menembus ke
           dalam.”
              “Kamu tahu jalurnya, kan?”

              “Sebentar lagi sudah terang. Orang kampung akan tahu
           kalau kita masuk. Kita coba besok malam?” kata Zarah, ragu.
              “Yang kita cari ada di sana. Aku yakin.” Gio mengepalkan
           tangannya. “Aku harus pulang sebentar. Ada barang penting
           yang harus kubawa. Nomor lokalmu aktif?”

              Hara meminjamkan ponsel bekas dan nomor prabayar
           untuk keperluannya selama di Indonesia. Zarah belum
           menghidupkan ponsel itu sejak kemarin. “Nanti kunyalakan.”
              “Boleh sekarang?” Nada bicara Gio sopan sekaligus kukuh.

              Zarah meraih ponselnya dari dalam kantong tas dan
           menghidupkannya. “Jam berapa kamu ke sini lagi?”
              “Secepatnya.”
              Zarah menggeleng. “Kamu harus istirahat. Tidur dulu di
           rumahmu. Percayalah, butuh stamina untuk masuk ke Bukit
           Jambul.”

              Berat bagi Gio untuk mengangguk setuju. Jika saja bisa, ia
           ingin membawa Zarah serta, lagi-lagi untuk alasan yang tidak
           bisa ia jelaskan. Namun, Gio sadar harus tahu diri. Ia bisa
           merasa Zarah mulai menjaga jarak. Aku membuatnya takut.




                                                                 301
   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321