Page 318 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 318

IntelIgensI embun PagI

              “Nggak benar, nih,” gumamnya seraya berdecak. Toni tak
           ingin menunda keberangkatannya. Ia lantas mengembalikan

           komputernya ke status tidur, memadamkan lampu, dan pergi.
              Sepuluh menit kemudian, terdengar mesin mobil menderu
           di parkiran. Dengan kedua lampu bulat yang sudah meredup,
           Hijet 1000 tua itu melaju di atas aspal.







           Di pintu depan keraguan Gio membesar. Bagaimanapun, ia
           harus pulang untuk mengambil empat batu pemberian Amaru
           dan inilah jam yang paling tepat untuk meninggalkan Zarah.
           Pagi sebentar lagi tiba. Zarah pasti aman di rumahnya sendiri.
           Berulang-ulang Gio berusaha mencamkan itu kepada dirinya
           sendiri. Namun, intuisinya tetap membisikkan pesan yang

           sama. Bahaya sebentar lagi tiba.
              “Kunci pintu,” kata Gio. Akhirnya, cuma itu yang bisa ia
           pesankan.
              Zarah menarik rangkaian kunci yang menggantung di
           lubang pintu, melepas satu, menyerahkannya kepada Gio. “Ini

           duplikat kunci depan. Untuk jaga-jaga.”
              Gio menyisipkannya dalam kantong tanpa berkata apa-apa
           lagi.
              Zarah menunggu hingga mobil Gio lenyap dari pandangan
           dan deru mesinnya tak lagi terdengar. Dalam dua hari, Gio
           menghadirkan badai  demi badai berkekuatan besar. Di



                                                                 303
   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323