Page 324 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 324

IntelIgensI embun PagI

           penyusup bangsat bernama Infiltran yang membatasi jumlah
           manusia yang bisa kami habisi. Aku menabung kuotaku untuk

           orang-orang pilihan. Kau, untungnya, ada di daftar tunggu.”
              Togu menyentuhkan ujung tongkatnya ke muka Zarah.
           Tercium aroma campuran cendana, damar wangi, dan
           kemenyan. Zarah bisa merasakan tekstur kasar dari ijuk yang
           menempel di pipinya, tapi ia tidak bisa mengernyit. Bahkan,

           wajahnya ikut tersulap kaku.
              “Instruksiku pagi ini cuma menjemput,” bisik Togu, “tapi,
           hati-hati, aku suka improvisasi.”  Togu meraih tas Zarah
           untuk mengecek isinya. Ia melempar ponsel  Zarah ke  sofa
           dan membiarkan barang yang lain.  “Kita bawa ini supaya
           orang rumahmu tidak curiga.” Togu menyerahkan tas itu ke
           tangan Zarah.
              Di luar kehendaknya, Zarah mendapati tangannya bergerak,

           menyambut tas yang disodorkan Togu, dan menyampirkannya
           ke bahu. Dalam hati, ia menjerit ngeri.
              Togu melangkah keluar, dengan luwes menenteng dan
           memutar-mutar tongkatnya bak seorang mayoret. Sementara
           itu, Zarah berjalan di belakangnya bagai kerbau dicocok

           hidungnya. Pintu mobil terbuka. Wangi jok kulit bercampur
           parfum mobil menerpa penciuman Zarah. Tanpa perlawanan,
           Zarah duduk rapi di jok belakang. Togu memasangkan sabuk
           pengamannya dengan senyum.
              Di jok depan Togu membuka laci mobil dan mengambil
           kacamata hitam.  “Perjalanan kita agak jauh. Biar nyaman



                                                                 309
   319   320   321   322   323   324   325   326   327   328   329