Page 326 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 326

KEPING 68




                            Dimensi Lain












                     imas memandangi keponakannya yang menyelonjor
                     di sofa. Ia yakin perjalanan mendadak Bandung–
           DJakarta dua hari berturut-turut pasti melelahkan

           meski penampilan Toni dan rambut berantakannya membuat
           Dimas sulit membedakan kapan keponakannya itu betulan
           kelelahan atau tidak.  “Kamu baik-baik,  Ton? Capek kamu,
           pasti.”
              “Sempat tidur di jalan, kok, Mas,” jawab Toni. Apa yang
           hendak ia bicarakan tidak bisa disampaikannya lewat telepon

           atau surel. Bahkan, Iksan ia bukakan kamar di hotel kecil
           seputaran Menteng, hanya untuk memastikan bahwa tidak
           ada lagi yang mengetahui isi pembicaraannya nanti selain
           Dimas, Reuben, dan Re.
              Terdengar deru mesin mobil. Dimas mengintip dari jendela.
           “Ferre,” ucapnya seraya berjalan ke pintu depan.
   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331