Page 328 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 328

IntelIgensI embun PagI

              “Oke, oke, aku harus mengaku bertanggung jawab,” Dimas
           langsung memotong. “Aku memang mengambilmu menjadi

           ‘model’,” Dimas nyengir lebar sambil membentuk tanda kutip
           dengan jemarinya, “nggak usah khawatir, Re. Cerita itu nggak
           pernah kami publikasikan….”
              “Cuma dibagi-bagikan gratis,” Reuben menambahkan.
              “Kepada yang mau baca,” Dimas buru-buru melengkapi.

           “Jumlahnya nggak banyak, thanks to Reuben dan teori-teori
           jelimetnya.”
              “Aku nggak mempermasalahkan soal itu, tapi konten yang
           kalian tulis….”
              “Kamu ngerti itu fiksi, kan? Semua kemiripan sekaligus
           ketidakmiripan adalah murni kebetulan,” potong Dimas.
           “Kamu nggak tersinggung?”
              “Kalian pikir aku bakal bela-belain bolos kerja hanya gara-

           gara  tersinggung  soal  fiksi?”  Re  menyahut,  gemas.  “Kalian
           menulis cerita itu dua tahun yang lalu, kan? Dua tahun
           yang lalu, rangkaian kejadian yang persis sama terjadi dalam
           hidupku. Putri. Bintang Jatuh. Persis!” serunya. “Siapa yang
           bisa menjelaskan soal itu? Kita nggak ketemu. Kita nggak

           komunikasi.  Dimas  kesambar  ide  begitu  saja  yang  hampir
           seratus persen sama dengan kejadian hidupku?”
              “Kesadaran nonlokal,” gumam Reuben.
              “Kamu yakin yang namanya ilham bisa sepresisi itu?
           Seperti ada yang menulis transkrip dari isi kepalaku?” sahut
           Re. “Aku nggak menyimpan banyak bukti. Tapi, lihat ini.” Re



                                                                 313
   323   324   325   326   327   328   329   330   331   332   333