Page 325 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 325

Keping 67


           kau, kusarankan tutup mata saja.” Togu menoleh ke belakang
           sambil memasang kacamatanya.
             Kelopak  mata  Zarah  menutup  seketika.  Mesin  mobil

           menyala dan sejuk angin pendingin udara meniup kulitnya.
           Kepala Zarah bergemuruh dengan rasa takut dan kalut. Tak
           sekelumit pun riak bisa hadir di wajahnya.






           Bodhi mengamati renik-renik cahaya yang berangsur menyebar
           seperti penyakit kulit. “Batu-batu itu memengaruhi fisik kita.

           Entah kita harus pergi sementara dari sini, atau batu-batu itu
           yang diturunkan sedikit tenaganya, aku nggak tahu.”
             “Aku cek babysitter kita.” Alfa berjalan keluar kamar. Tak
           lama, Alfa kembali muncul di pintu. “Mereka nggak ada.”
             Bodhi ikut keluar untuk memeriksa. Selain ruang tengah
           yang lapang, rumah gebyok itu punya lima kamar termasuk
           dapur. Semuanya kosong.
             “Apa ada ruangan rahasia di rumah ini, ya?” kata Alfa.
             Bodhi menggeleng. “Mereka memang nggak ada di rumah.”
             “Kita ditinggal?”
             “Mungkin karena mereka yakin kita aman di sini.”
             Alfa tersenyum tipis.  “Sekarang kita tahu, mereka juga

           yakin kita nggak bakalan kabur.”
             Bodhi melihat kakinya yang semakin berkilau. “Aku tahu
           kamu sudah nggak betah diam di sini, tapi kita memang
           betulan harus pergi. Sekarang juga. Kabur atau bukan.”


           310
   320   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330