Page 347 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 347

Keping 69


           adalah kulit yang kalian bisa pahami. Lalu, untuk apa saya
           repot-repot menjalani itu semua? Ya, tentu untuk mencapai

           tujuan saya.”
             Zarah menggeleng tegas.  “Apa pun tujuan Bapak, saya
           nggak akan bisa bantu.”
             “Salah total. Kamulah satu-satunya yang bisa. Tapi, kamu
           belum tentu mau. Itu masalahnya.” Simon tersenyum sembari

           meletakkan cangkirnya kembali ke nampan. “Untungnya, saya
           punya sesuatu yang akan membuatmu berubah pikiran. Saya
           tahu di mana Firas. Saya bisa mengembalikannya,” tandasnya.
             “Bapak harap saya percaya?”
             “Tidak ada satu kebohongan pun pernah keluar dari
           mulutku,” balas Simon, “tidak kepada kamu.”
             “Kalau Bapak tahu di mana Ayah, kenapa nggak langsung
           bilang saja dari waktu kita ketemu di Glastonbury?”

             “Karena belum waktunya,” tegas Simon. “Dengan Iboga,
           saya  justru  berusaha  memberimu petunjuk. Ayahmu tidak
           mati, well, setidaknya tidak mati dalam pengertian umum.”
             Darah  Zarah berdesir, meremangkan bulu kuduknya.
           “Bapak apakan ayah saya?”

             “Saya membantunya, Zarah. Firas sudah nyaris
           menghancurkan dirinya sendiri.  Tidak ada satu pun orang
           dalam hidupnya yang bisa  memahami dia.  Termasuk anak
           kesayangannya. Saya adalah satu-satunya yang bisa.”
             “Bapak tidak tahu apa-apa tentang Ayah.” Zarah menahan
           marah hingga tubuhnya bergidik.



           332
   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351   352