Page 345 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 345

Keping 69


           buku, sofa-sofa untuk menerima tamu, beberapa bingkai

           lukisan dengan paraf “SH” di sudut bawah, dan sebuah foto
           kanvas keluarga Simon yang dikelilingi anak-cucu.
             Dinding yang penuh rekam kehidupan itu memicu Zarah
           untuk memutar lagi semua yang pernah diceritakan Simon;

           latar belakangnya, masa lalunya, misinya. Zarah menebak-
           nebak bagian mana yang cuma isapan jempol, atau jangan-
           jangan semua cerita Simon hanyalah rekayasa untuk menarik
           simpatinya. Meski sikap Togu lebih dingin dan bengis, kini
           Zarah menyimpan kengerian lebih besar kepada Simon
           Hardiman.

             “Saya tidak ingin buang waktu denganmu, Zarah. Kita sudah
           saling kenal. Saya akan bicara seterbuka mungkin.” Simon
           berkata sambil duduk di salah satu sofa yang mengelilingi
           meja rendah berbentuk oval. Terdapat nampan berisi poci teh

           dan cangkir-cangkir.  “Earl Grey? Seperti biasa?” tanyanya.
           “Tenang saja, tidak ada racunnya.”
             Togu menekan bahu  Zarah, mendudukkannya dengan
           paksa.
             Simon mengisi tiga cangkir.  Wangi  bergamot menguap

           naik.
             “Saya  pikir  Bapak  baik.  Saya  pikir  Bapak  betulan  ingin
           bantu saya,” geram Zarah.
             “Baik dan jahat adalah konsep infantil, Zarah. Kami

           semata-mata melihat tujuan yang lebih besar.”



           330
   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349   350