Page 344 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 344

IntelIgensI embun PagI

              Meski  tidak sespektakuler Weston Palace, vila itu cukup
           untuk mengukuhkan bahwa Simon Hardiman memang bukan

           orang sembarangan. Dikelilingi taman luas berhias bermacam
           topiari, dibentengi pagar  tinggi, dan ditopang pilar-pilar
           kokoh, vila dua lantai bergaya Mediterania itu bagaikan istana
           tersembunyi di pedesaan.
              Pintu terbuka dari dalam. “Zarah, selamat datang.” Simon,

           dengan setelan khas kemeja flanel dan jins, menyambutnya
           ramah. Suara Simon bergaung akibat kubah tinggi yang
           menaungi mereka. Di belakangnya, terdapat tangga besar
           berlapis karpet yang meliuk ke atas. Vila itu tampak lengang
           seperti properti yang siap dijual. Sepanjang mata memandang
           hanya terlihat hamparan marmer. Tembok-tembok itu kosong
           tak berhias. Di ujung, terlihat hamparan taman dan sepetak
           kolam renang dari balik pintu kaca.

              “Kita ngobrol di atas. Mari.” Simon menaiki anak tangga.
              Zarah mengikuti Simon dengan mulut terkunci. Di ujung
           tangga, sebuah pintu berdaun ganda menyambut mereka.
           Simon membukanya dengan sekali empas. Zarah merinding
           seketika. Temperatur dalam ruangan itu setidaknya sepuluh

           derajat  lebih  dingin daripada  udara  luar. Zarah tak paham
           alasan  Simon  menggunakan  pendingin  udara  berkapasitas
           besar untuk vila di lokasi pegunungan.
              Kontras dengan temperaturnya, ruangan itu mendenyutkan
           kehidupan yang lebih hangat ketimbang bagian luar yang
           kosong melompong. Di ruangan itu terdapat meja kerja, rak



                                                                 329
   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349