Page 349 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 349

Keping 69


           Satu mok kopi hampir terguling akibat tersenggol setumpuk

           buku  yang  tahu-tahu  mendarat  di  tengah  meja.  Dimas
           menahan mok porselen itu dengan sigap. “Apa-apaan, Ben?”
           protesnya.
             “Referensiku,” jawab Reuben dengan napas ngos-ngosan.

           Naik-turun tangga perpustakaan dengan membabi-buta
           sudah payah dilakukan dengan ukuran tubuhnya sekarang.
           “Mengenai HEB….”
             “Sebentar. Kita bisa bikin padanannya,” potong Dimas.
           “Bagaimana dengan MPM? Makhluk Peradaban Maju.”
             Reuben menatap Dimas dengan gusar. “Bagaimana kalau

           ABT? Aku. Benci. Terjemahan.”
             Re bangkit berdiri di tengah-tengah Reuben dan Dimas.
           “Bagaimana kalau kita sebut saja Mawar dari Planet X untuk
           sementara? Guys, please.”

             “Oke, oke. Pertama-tama,  Toni benar, HEB tidak akan
           peduli tentang banyak hal yang menurut kita penting. Bagi
           mereka, itu cuma noise. Sebaliknya, hal-hal yang menurut kita
           tidak signifikan, bagi mereka justru penting,” jelas Reuben.
           “Signifikansi ini subjektif, pastinya. Kita tidak menganggapnya

           penting karena itu di luar dari periferi persepsi kita, dan kita
           tidak menyadari dampaknya. Suaraku kedengaran sampai ke
           sana, kan, Ton?”
             “Kedengaran,  Mas.”  Toni,  bersandar  di  pintu  dapur,

           memejamkan mata sambil memijat kepalanya.



           334
   344   345   346   347   348   349   350   351   352   353   354