Page 348 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 348
IntelIgensI embun PagI
“Saya bahkan lebih tahu kamu daripada dirimu sendiri,”
kata Simon, tenang.
Terdengar gelak pendek dari ujung ruangan. Togu, yang
berdiri di dekat jendela, tak kuat menahan tawa.
“Firas sudah begitu dekat dengan jawaban. Dia membongkar
legenda-legenda yang terpinggirkan, menggabungkannya
dengan penemuannya sendiri. Tapi, dia masih belum bisa
melihat gambar yang utuh,” jelas Simon. “Firas tidak gampang
menyerah. Jurnal-jurnalnya membuktikan betapa kerasnya
ayahmu berusaha. Sampai akhirnya dia menemukan saya, atau
tepatnya, saya menemukan dia.”
Kepala Zarah berdenyut kencang. Jemarinya dingin meski
sedang menggenggam cangkir teh yang hangat. Kecurigaan
Gio ternyata benar. Dalam otaknya, Zarah sibuk memainkan
berbagai simulasi kemungkinan. Tahukah Pak Simon tentang
Gio? Bakal dibawa ke mana ini semua? Bagaimana aku bisa
melindungi Gio? Kaku, ia meraih cangkirnya dan meminum
sedikit, sedapat mungkin menekan ketegangan dalam
suaranya. “Jadi, ayah saya seorang Peretas?”
Simon memutar sendok tehnya sambil menatap Zarah
dalam-dalam. “Betapa langkanya. Dua Peretas dalam satu
keluarga.”
333

