Page 352 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 352

IntelIgensI embun PagI

           terjadi di tempat-tempat itu?” Reuben berbicara di sela-sela

           kunyahannya.  “Fluktuasi  medan  magnet  bisa  melemahkan
           liminalitas, mengubah ambang batas antara pikiran rasional
           dan irasional. Efek dari denyut geomagnetik tertentu bisa
           menciptakan fenomena paranormal, mimpi  lucid,  dan yang

           aneh-aneh lainnya. Kita nggak tahu pasti apa dan seberapa,
           Ton. Kembali ke pertanyaanmu. Ada hubungannya? Aku
           yakin ada. Bagaimana persisnya? Aku belum tahu.”
              “Infiltran terobsesi dengan magnet Bumi,” kata Toni.
              “Diva terobsesi dengan evolusi kesadaran,” sahut Re.
           “Supernova adalah alatnya.”

              “Diva adalah Peretas. Dan, Peretas adalah alatnya Infiltran.
           Sampai situ aku bisa bantu,” celetuk Dimas.
              “Kontakku menyebut Diva kacing calang. Dia dianggap
           peretas yang gagal,” lanjut Toni.

              “Mungkinkah Diva diserang Sarvara?” kata Dimas. “Sarvara
           bisa jadi siapa saja, kan? Bagaimana kalau ternyata salah
           seorang anggota rombongannya di Amazon adalah Sarvara?”
              Toni berjalan mendekati mereka. “Aku selalu merasa kasus
           Bintang Jatuh itu beda. Kontakku selalu memakai istilah

           ‘blunder’. Seperti ada kesalahan yang dibikin Bintang Jatuh.
           Sampai sekarang mereka mengawasi ketat segala sepak terjang
           Supernova.”
              “Kita harus bicara sama Gio,” ujar Re.

              “Jangan dulu, Mas,” Toni sontak menyambar.



                                                                 337
   347   348   349   350   351   352   353   354   355   356   357