Page 351 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 351
Keping 69
“Ada yang bilang, pergeseran kutub ditandai mulai aktifnya
cincin gunung berapi di dunia, gempa bumi yang lebih sering.
Akhirnya, dataran bergeser dan peta Bumi berubah. Mungkin
ujung-ujungnya, yah, semacam hari kiamat.”
Dimas berpandangan dengan Re yang duduk di sebelahnya.
Sementara, di pojok sana, postur Toni berangsur menegak.
Penjelasan Reuben mulai memancing keingintahuannya.
“Nggak ada yang lebih mending?” tanya Dimas.
“Well, konon aurora bakal kelihatan lebih jelas dan bagus
di langit.”
“Oke.” Dimas bangkit berdiri. “Aku mau ambil camilan.”
“Ada juga yang bilang nggak ada perubahan signifikan
karena kita nggak cukup sensitif merasakan perubahannya.
Yang jelas, entah berapa tahun lagi, kita harus beli kompas
baru,” sambung Reuben. “Nah, ketika pergeseran terjadi,
magnet Bumi akan terus melemah, sampai di titik paling
rendah….”
“Ada, nggak, hubungan melemahnya magnet Bumi dengan
kesadaran manusia?” potong Toni.
“Pertanyaan bagus.” Reuben mencomot satu potong
martabak asin dari piring yang dibawa Dimas. “Di tempat
yang dicurigai punya anomali geomagnetik, Segitiga Bermuda
atau Laut Iblis, misalnya. Insiden-insiden di sana belum
sepenuhnya bisa terjelaskan dengan saintifik. Bisa jadi karena
faktor human error. Nah, nah… bagaimana kalau ternyata
kesadaran mereka dipengaruhi anomali magnetis yang
336

