Page 353 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 353

Keping 69


             “Menurutmu, Gio sudah tahu soal ini? Dia sengaja

           merahasiakan?” tanya Re.
             “Setelah ketemu Gio kemarin, aku nggak yakin dia tahu.
           Peretas  punya sekuens  panjang untuk  memulihkan ingatan
           mereka. Proses itu kompleks sekaligus rapuh. Sebisa mungkin

           aku nggak mau merusak itu,” jelas Toni. “Informasi ini buat
           kita dulu saja. Kecuali kalau Gio yang mengontak kita duluan.”
             “Ingatan apa maksudmu?” tanya Reuben.
             “Semua Peretas terlahir amnesia. Mereka nggak ingat
           mereka siapa, misinya apa. Sampai akhirnya mereka bangun
           pelan-pelan. Terpicu oleh peristiwa,” jawab Toni.

             Reuben mengedarkan pandangan. “Bisa jadi salah seorang
           dari kita juga, dong.”
             Toni menyunggingkan senyum sebelah sudut. “Kalau ada,
           harusnya aku sudah tahu, Mas.”

             “Sudah berapa Peretas yang kamu kenal?” tanya Dimas.
             “Tiga. Tiga-tiganya sama-sama belum tahu apa-apa.”
             Dimas menepuk bahu  keponakannya.  “Terlalu banyak
           rahasia di pundakmu, Ton.”
             “Yang terbesar justru belum terbongkar. Untuk apa

           Supernova menghubungkan kita semua?”
             “Aku sudah cek ulang histori percakapanku dengan Diva.
           Sejauh ini nggak ada petunjuk apa-apa,” kata Re sembari
           membuka tasnya, bersiap membuka laptop. “Informasi yang

           kita punya terbatas. Kalau kita cuma diskusi berempat, aku



           338
   348   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358