Page 354 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 354

IntelIgensI embun PagI

           nggak yakin kita ketemu titik terang,” lanjutnya sambil melirik
           Toni.

              Terdengar bunyi getar panjang. Ponsel Toni berputar di
           meja kaca. Nama Mi’un berkedip-kedip di layar.
              “Sebentar.” Toni mengangkat ponselnya dan menjauh ke
           sudut ruangan. “Un?”
              “Etra sudah pulang, tuh.”

              “Bagaimana dia? Sudah sehat?”
              “Tadi masuk rumah sambil lari. Kencang. Kayaknya kebelet
           pup. Sehat berarti, ya. Sudah kuat lari, pencernaan lancar.”
              “Belum ngobrol apa-apa sama dia?”
              “Belum.”
              “Oke. Kasih tahu Etra, hari ini dia jangan ke mana-mana
           dulu. Gua harus ketemu dia.”
              “Lha, lu kan di Jakarta?”

              “Bentar lagi gua pulang.”
              “Buset! Ke Jakarta apa ke jamban?”
              “Namanya juga businessman, Un.”
              “Ah, banyak gaya!” Mi’un menyudahi sambungan.
              Toni memasukkan ponselnya ke kantong. Re ada benarnya.

           Pertukaran informasi antarmereka berempat sementara ini
           belum menelurkan petunjuk baru. Sementara Elektra adalah
           tugas prioritasnya. Ia yakin, Elektra membawa pulang cerita
           menarik.
              “Toni,”  panggil  Re. Ia  kelihatan  cemas menatap layar
           laptopnya. “Kamu sudah cek Supernova pagi ini?”



                                                                 339
   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359