Page 355 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 355

Keping 69


             “Ada glitch ya, Mas?” Toni menghampiri Re. “Tadi subuh

           aku sempat lihat, tapi belum sempat kucek lebih detail.”
             “Kayaknya bukan cuma glitch biasa. Jangan-jangan virus,”
           kata Re.
             Toni menunda rencananya berpamitan. “Aku periksa ya,

           Mas.”
             Re menggeser duduknya dan mempersilakan  Toni
           mengambil alih laptopnya.  “Dimas, kalian langganan
           Supernova, kan? Boleh tolong dilihat sebentar?” ujar Re.
             Sebelum diminta, Dimas  sudah duluan mengaktifkan
           komputernya. “Sedang kulihat,” sahutnya. Di layar monitor,

           Dimas mendapatkan sebagian dari newsletter Supernova-nya
           tak terbaca. Kata-kata dalam artikel itu seperti setengahnya
           digerogoti, berganti campuran acak angka, simbol, dan huruf
           yang peletakannya tak beraturan. “Kenapa jadi rontok begini,

           Ton?”
             “Kita di-hack?” tanya Re.
             Toni tak menjawab, hanya jemarinya yang sibuk mengetik
           dan mengeklik. Pada satu titik, jari-jari itu berhenti.  Toni
           bangkit dan memelipir ke dapur. “Mas, aku minta air putih, ya.”

             “Kopiku terlalu nendang?” tanya Reuben ketika melihat
           Toni mengurut pelipisnya.
             “Nggak. Aku sudah biasa minum kopi dukun, kok.”
             “Kopi dukun?” Reuben memelotot. “Ini biji kopi pemenang

           Cup of Excellence. Nggak sembarangan kugiling!”



           340
   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359   360