Page 380 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 380

IntelIgensI embun PagI

           lenguhan panjang. Kalau benar orang yang menjemput Zarah
           tadi pagi adalah Sarvara, teorinya semalam terbukti.

              Pilihan bantuannya saat ini adalah polisi, berharap mereka
           mulai melakukan pencarian begitu lewat 24 jam sejak tidak
           ada kabar berita dari Zarah. Namun, Gio tidak yakin solusi
           hilangnya  Zarah  adalah  polisi.  Yang  ia  butuhkan  adalah
           bantuan Infiltran, yang sampai saat ini tidak kunjung muncul.

              “Sial,” geram Gio, menyadari dirinya adalah satu-satunya
           Peretas yang bisa dipastikan ada di hidup Zarah saat ini.
           Mereka menculik Zarah gara-gara aku? Simon sudah tahu aku
           Peretas? Pemancarku aktif lagi tanpa aku tahu?
              Kesal, Gio memungut salah satu batu yang tergolek di
           sampingnya dan melemparnya sekuat tenaga.  Terdengar
           nyaring batu beradu dengan kaleng, disusul bunyi
           berkelontangan. Sebuah kotak terjatuh dari ujung rak. Isinya

           bergelimpangan di lantai.
              Dengan terpaksa Gio menghampiri seberantak barang
           yang jatuh diakibatkan lemparannya. Kotak kaleng semacam
           tempat  bekal. Di sekitarnya berserakan keripik kecokelatan
           berbentuk mirip jarum pentul. Gio mengamati salah satu

           dari jarak dekat, lalu mengendus baunya. Tidak tercium bau
           yang kuat. Namun, Gio mengenali bentuknya. Jamur yang
           dikeringkan. Gio langsung teringat cerita Zarah tentang Firas
           dan jamur Psilocybe.
              Ketika hendak memasukkan kembali jamur-jamur kering
           itu ke kotak, Gio menyadari kotak kaleng itu ternyata



                                                                 365
   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384   385