Page 376 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 376

IntelIgensI embun PagI

           Mungkin ada petunjuk  yang tersisa. Mungkin ada yang

           terlewat dari pengamatannya.
              Sesampainya di sana, Gio langsung masuk ke ruang
           kerja peninggalan Firas. Mengeluarkan buntalan kain berisi
           empat batu dari ranselnya. Kalau kalian memang ada gunanya,

           sekarang saatnya membuktikan itu. Gio memandang berkeliling,
           mengumpulkan tekad untuk membongkari kertas demi kertas,
           buku demi buku.







           Udara  ruangan  yang  pengap  dan  hangat  seperti  kukusan
           langsung terdorong oleh empasan pintu yang membuka.
              “Kita buka dulu, ya.” Bodhi membuka tirai dan daun
           jendela.

              Di atas lantai keramik seluas kurang dari sepuluh meter
           persegi itu hanya ada satu tempat tidur, satu karpet kusam, dan
           satu lemari plastik. Di dinding beberapa papan kayu berjajar
           memajang koleksi CD. Poster-poster grup musik tertempel
           tanpa pigura. Sebuah peta dunia terpampang di atas kasur.

              “Aku pengin keliling dunia,” kata Bodhi ketika melihat
           arah mata Alfa terparkir di petanya. “Belum sempat doang.”
              “Bodhi!” Seseorang tahu-tahu muncul di pintu.
              “Hai,  Gun,”  Bodhi  menyapa  balik  tetangga  kamar

           indekosnya.



                                                                 361
   371   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381