Page 377 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 377

Keping 71


             “Ke mana saja nggak pulang-pulang? Lama amat nggak
           siaran.” Wajah Gun tampak tidak senang. “Sudah banyak yang

           komplain, tuh.”
             “Sori, Gun. Harus berobat ke Bandung.”
             Ekspresi Gun seketika melunak. “Sakit apa, Bod?”
             “Sakit mata.”
             “Parah?”

             “Banget. Kamu saja sekarang kelihatannya kayak lampu
           setopan.”
             “Sakit apaan, tuh?”
             “Sudah gitu, masih muncul yang beginian.” Bodhi
           menghampiri Gun, kemudian menunjukkan lengannya.
             Gun mendekatkan matanya untuk melihat lebih jelas.
           Terlihat  beberapa  area  di  lengan  Bodhi  seperti  ditabur
           serbuk gula halus. Serbuk itu tampak ada di bawah kulit. Tak

           cuma putih, titik-titik itu seperti bercahaya. “Ngeri banget!”
           pekiknya. “Baru lihat ada kurap model begitu!”
             “Menular lagi,” kata Bodhi. “Tuh, teman saya juga sudah
           kena.” Kepalanya menoleh ke arah Alfa.
             “Cepat sembuh, ya. Istirahat dulu saja. Nggak usah ke

           mana-mana.” Gun mundur teratur, melambaikan tangan, lalu
           pergi dengan langkah-langkah besar.
             “Oke. Kita aman,” Bodhi menutup pintu, “dan penyakitan.”
             Alfa mengecek lengannya.  “Sudah memudar. Aku bakal
           tunggu dulu sampai benar-benar balik normal. Habis itu, aku
           pulang.”



           362
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382