Page 414 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 414

IntelIgensI embun PagI

              “Klub. Seniman tato,” Bodhi menimpali.
              “Ya, kami satu milis,” Alfa menyahut cepat. “Kami kopi

           darat di Bandung. Saya fans gambar-gambarnya Bodhi.”
              “Oh. Nato juga?” tanya Bong. Nada itu sangsi. Alfa adalah
           tukang tato paling perlente yang pernah ia temui.
              “Baru belajar.”
              “Gaya apa?” tanya Bong lagi. “Irezumi? Tribal? Realisme?

           Old School? New School?”
              “Apa saja yang keren.”
              “Sudah ditato di mana saja?” tanya Bong. Matanya
           menyelidiki bagian kulit Alfa yang terpampang. Kesemuanya
           polos.
              “Punggung, perut, paha atas.” Alfa mengabsen satu-satu
           bagian tubuhnya yang tertutup baju.
              Bodhi bangkit berdiri. Percakapan itu akan semakin konyol

           dan ia harus mencegah Bong terlampau curiga. “Gue harus
           cabut. Alfa minta ditato.”
              “Mau nambah di mana lagi?” Bong terus menggali.
              “Pantat.”  Tinggal itu bagian tertutup yang terpikir oleh
           Alfa.

              “Kita duluan, ya.” Bodhi berdeham seraya meraih kopernya.
              “Naik apa kalian?” tanya Fadil.
              “Taksi,” jawab Bodhi dan Alfa hampir berbarengan.
              “Kita antar,” Bong menoleh ke arah Fadil, “yuk, Dil.”
              “Lho? Antar ke mana?” Fadil balas bertanya.
              “Lo mau ke mana?” tanya Bong kepada Bodhi.



                                                                 399
   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418   419