Page 419 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 419

Keping 74


             Langkah Toni gontai menempuh jarak lima puluh meter

           dari mulut gang ke rumah indekosnya. Sejak Toni mendirikan
           Elektra Pop, kamar indekosnya beralih fungsi menjadi
           semacam gudang dan tempat transit yang jarang dipakai.
           Secara  de facto,  Toni tinggal di rumah Elektra. Ia sengaja

           mempertahankan kamar indekosnya hanya untuk kebutuhan
           tak terduga. Seperti hari ini. Saat ia kehilangan selera bertemu
           siapa-siapa.
             Di depan pintu kamarnya, Toni menjungkitkan sebuah pot
           berisi tanaman sukulen, mengambil sebiji anak kunci. Begitu
           masuk kamar, Toni melempar badannya ke kasur dengan posisi

           kepala membenam ke bantal.
             Deringan ponsel hampir mencelatkan jantungnya.  Pasti
           Liong. Toni langsung balik badan. “Halo?”
             “Reuben  mau bicara. Sebentar.”  Terdengar suara

           pamannya di ujung sana disusul bunyi keresek-keresek yang
           mengindikasikan telepon itu berpindah tangan dengan
           terburu-buru.
             “Ton, aku buka-buka lagi referensi yang kupunya,” Reuben
           mencerocos langsung, “kamu tahu, nggak? HEB itu….”

             “HEB?”
             “Jangan bilang kamu lebih mendukung Dimas dengan
           MPM-nya.”
             “Aku lebih suka Mawar dari Planet X. Mas Reuben,

           bateraiku sekarat.”



           404
   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424