Page 416 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 416

IntelIgensI embun PagI

              “Jadi, lo orang Bogor, terus ketemu sama si Batman di
           Bandung?” Bong, dari bangku depan, bertanya kepada satu

           orang yang sepanjang perjalanan menjadi fokus tunggalnya.
              “Batman?” tanya Alfa.
              “Maksud  gue  Bodhi.  Teman-teman  dekatnya,  sih,  pasti
           tahu panggilan dia Batman.”
              “Saya orang Batak, keluarga di Jakarta, tinggal di New

           York, ketemu Bodhi di Bandung, dan sekarang mau liburan
           ke Bogor.”
              “Sedap. Nginap di mana di Bogor?”
              “Asrama.” Sedari tadi Alfa menjawab dengan nada rendah
           dan ketus.
              “Masuk Bogor, nih. Ke arah mana?” tanya Fadil sambil
           membuka kaca jendela untuk membayar tol.
              Bodhi memajukan badannya ke jok depan.  Telunjuknya

           mengarah ke tepi jalan. “Begitu keluar, langsung minggir, Dil.
           Lo bisa langsung putar balik ke Jakarta. Gue cukup diantar
           sampai sini.”
              “Nanggung  amat,  Bod!  Masa  balik  lagi?  Sini,  gue  antar
           sekalian. Bogor kecil ini,” sahut Fadil.

              “Gue sudah bilang, diantar secukupnya saja. Gue cukup
           sampai sini. Berhenti di depan, Dil.” Ketegasan Bodhi tidak
           bisa digoyahkan lagi. Bahkan, Bong pun ikut bungkam.
              Mobil itu menepi tepat sebelum putaran balik. Bodhi dan
           Alfa turun dari pintu depan.
              “Thanks, Dil, Bong. Gue beresin urusan sama Alfa dulu.”



                                                                 401
   411   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421