Page 425 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 425
Keping 75
Rumah itu tampak bagai balok cokelat gelap dalam keremangan
dan jarak seperti ini. Ketergesaan kedua objek yang ia mata-
matai serta susutnya penerangan di langit mengamankan
keberadaannya yang cukup jauh dan tersembunyi. Di balik
sirip-sirip ilalang, Bong mengamati pergerakan Alfa dan
Bodhi.
Bong mengeluarkan ponsel dari kantongnya, mengetik
teks singkat: Saya lihat lokasinya. Sebentar lagi benda itu
akan bergetar, menerima pesan jawaban. Tangan Bong ikut
bergoyang resah, antara tidak sabar dan mengantisipasi. Tempat
yang selama ini hanya desas-desus, tak ubahnya lokasi-lokasi
fantastis macam istana ratu penguasa Laut Selatan, ternyata
betulan ada. Mendengar rumor tentangnya dengan melihatnya
langsung adalah dua pengalaman yang jauh berbeda.
Bong yakin, tidak ada yang bakal mengira bahwa di salah
satu titik di Pulau Jawa, di tengah-tengah bukit terbengkalai,
relik-relik yang menjadi penentu arah dinamika Bumi ini
tersimpan. Satu lokasi dari 64 yang tersebar di dunia, 64 titik
yang menjadi ajang perebutan kekuasaan tertua, melampaui
sejarah yang tercatat dalam ingatan manusia. Perang yang
paling tak terlihat dan tak terjamah.
Bodhi melongo di depan plang sebuah restoran Padang dekat
Pasar Bogor. “Yakin nggak salah alamat?”
410

