Page 426 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 426

IntelIgensI embun PagI

              “Cek saja ke dalam. Bangku pojok kanan, di dinding dekat

           mereka ada kalender toko emas, gambarnya cewek pakai gaun
           kuning.” Alfa mengambil sweter berbahan ringan dari tasnya,
           mengenakannya dengan cepat.  “Pakai jaketmu kalau nggak
           mau disangka pohon Natal nyasar.”

              Bodhi ikut membongkar ransel.  “Gila. Kalau  tulpa-mu
           secanggih itu, ngapain aku susah-susah ditato? Sekalian saja
           dia yang cari lokasi Peretas.”
              “Kalau memang bisa begitu, aku nggak perlu menyewa
           detektif untuk melacakmu dari New York. Fungsi Jaga Portibi,
           sayangnya,  bukan  itu.  Dia  hanya  terikat  denganku,  bereaksi

           kalau ada bahaya, dan tidak berkomunikasi dengan yang lain,”
           kata Alfa.
              “Aku pernah lihat Liong ngobrol sama dia.”
              “Mungkin karena Liong adalah Infiltran, bukan Peretas.”

              “Jadi, aku nggak bisa komunikasi dengan dia?”
              “Di dimensi ini, aku nggak yakin. Tapi, di Antarabhava?
           Bisa jadi. Itu daerah kekuasaannya,” jawab Alfa. “Heck, Bodhi.
           Aku sendiri masih nebak-nebak. Aku baru melek seminggu
           yang lalu, dan Infiltran nggak menerbitkan manual urusan

           beginian.”
              “Siapa tadi nama tulpa-mu?”
              “Jaga Portibi.”
              “Nggak ada yang nama lebih pendek?” Bodhi mengenakan

           jaketnya. “JP.”



                                                                 411
   421   422   423   424   425   426   427   428   429   430   431