Page 477 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 477

Keping 79


             “Kenapa kamu tidak memakai nama aslimu?”  Wajah di

           sampingnya kembali berputar, terhalang bayangan kain.
             Bong terdiam. Ia masih mencerna pemandangan yang baru
           saja ia lihat. Dan, ia pun tak tahu jawaban dari pertanyaan itu.
           Baginya, Candra sudah lama punah. “Bong” adalah nama yang

           ia peroleh sendiri melalui tempaan hidup, bukan pemberian
           orangtua yang tak pernah sekali pun memahami dirinya.
             “Ukuran bulan hanya kurang dari sepertiga planet ini. Tapi,
           tanpanya, Bumi tidak punya kehidupan. Tidak boleh ada satu
           pun yang meremehkan kekuatan seperti itu. Maknamu jauh
           lebih besar daripada yang kamu tahu.”

             Sosok itu bangkit berdiri. Segesit kedatangannya, segesit
           itu pula ia pergi. Ringan dan cepat, S berlari dalam kegelapan.
           Meninggalkan Bong sendirian di bangku taman.







           Elektra terduduk dan terisak. “Asko. Saya yang merusaknya.”
             “Kamu melakukannya karena kamu nggak tahu,” sahut
           Toni. “Saya melakukannya dengan sadar dan terencana.” Toni

           ikut menggapai kursi dan terduduk lunglai.  “Gugus kamu
           masih utuh, Tra. Kamu masih bisa balik ke mereka. Saya sudah
           nggak ada siapa-siapa.”
             Pada titik ini, Elektra tahu, ketika seorang Peretas sudah

           terputus,  jauh  lebih  baik  menghabiskan sisa  waktu  dalam



           462
   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482