Page 479 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 479

Keping 79


             Elektra  keluar  dari  rumah  menenteng  tas  badminton
           berwarna biru bergaris putih. Tas peninggalan Dedi itu adalah

           satu-satunya tas yang memenuhi syarat untuk “perjalanan dua
           hari” sebagaimana yang diminta Liong. Elektra bahkan tak
           ingat kapan kali terakhir bepergian ke luar kota.
             Toni sudah menunggu di pintu dengan ransel kempis yang
           menggantung malas di bahunya.

             “Bawa apa? Kaus kaki sebiji?” tanya Elektra.
             “Ngapain?  Kan,  pakai  sandal.”  Toni  menjawab  sambil
           mengiringi langkah Elektra. “Kolor dua, oblong satu.”
             Mi’un setengah berlari menyusul Toni dan Elektra yang
           berjalan ke arah mobil misterius itu. “Oi! Kalian ke mana?”
             “Un!”  Toni menyambut kedatangan Mi’un dengan lega.
           “Gua pergi bentar sama Etra, ya. Gua percayakan E-Pop ke
           tangan lu.”

             “Klinik tutup dulu ya, Un,” Etra menambahkan.
             “Ada apa, sih? Beberapa hari ini, kok, kalian aneh banget?”
           tanya Mi’un. Matanya melirik ke mobil yang menghalangi
           jalan masuk. “Siapa, tuh?”
             “Klien,” jawab Toni.

             Mi’un tidak terima dengan jawaban Toni. Dengan langkah
           besar-besar ia mendatangi mobil itu, lalu mengetuk jendelanya.
             Kaca jendela turun dengan tombol mekanik. Seorang remaja
           yang terlampau muda untuk punya SIM terlihat di belakang
           kemudi. Penampilannya mengingatkan Mi’un kepada anggota
           sirkus Shaolin. Segalanya semakin mencurigakan.



           464
   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483   484