Page 48 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 48
IntelIgensI embun PagI
“Empat puluh lima menit sampai sejam.” Elektra menjawab
dengan nada yang sama gamangnya.
Bodhi melirik jam di dinding. Sudah lebih sepuluh menit
mereka habiskan dengan terduduk diam. Masih setengah jam
sebelum orang-orang di luar curiga. “Apa yang kamu ingat?”
tanya Bodhi lagi.
“Kamu… kita… punya wujud lain. Di tempat itu kamu
disebut Akar. Kamu panggil saya Petir. Tempat itu namanya….”
“Asko?”
“Ya. Asko. Saya lihat ada perempuan. Terus, ada semacam
bangunan… rumah… ada enam.”
“Perempuan itu bilang apa?”
Elektra menggeleng. “Saya terlempar lagi, nggak tahu ke
mana. Semuanya abu-abu, terbalik-balik, nggak jelas.”
Ini gila, Bodhi membatin. “Kamu mengalami dan melihat
yang persis sama. Kok, bisa?”
“Bodhi, saya perlu bilang sesuatu.” Elektra menggeser
duduknya menghadap Bodhi. “Ada satu hal yang sebetulnya
sama sekali nggak nyambung dengan penyembuhan, tapi
belakangan bisa saya akses. Saya juga nggak ngerti gimana
caranya karena semua kejadian itu spontan. Barusan berulang
lagi dengan kamu.”
Bodhi ikut mengubah posisi duduknya berhadapan dengan
Elektra. Bersiap menyimak dengan kesungguhan.
“Jangan ketawain kalau kedengarannya aneh.”
33

