Page 51 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 51

Keping 47


             Elektra beringsut mundur.  “Jangan.  Please.  Percaya sama
           saya,  ini demi keselamatan kamu sendiri.  Kadang-kadang

           saya spontan bisa nyetrum orang kalau lagi nggak stabil. Dan,
           sekarang, saya merasa sangat nggak stabil. Oke?”
             Bodhi tak menduga reaksi keras Elektra. “Sori. Saya nggak
           bermaksud bikin kamu stres. Dari kecil, saya punya banyak
           banget pertanyaan tentang diri saya sendiri. Pergi ke macam-

           macam tempat, ketemu macam-macam orang. Pertanyaan-
           pertanyaan saya bukannya terjawab, malah tambah banyak,”
           ucap Bodhi. Ia memungut suratnya dan menyisipkannya
           kembali ke dalam buku.  “Yang saya alami barusan adalah
           petunjuk terkuat yang pernah saya dapat seumur hidup saya.
           Jawaban yang saya cari ada di Asko dan saya bakal cari cara
           kembali ke sana, biarpun nggak dibantu siapa-siapa.”
             “Bodhi, saya sebetulnya kepingin bantu kamu….”

             “Nggak apa-apa.”
             “Kita masih punya waktu. Mungkin saya bisa bantu kamu
           soal  lainnya?  Kalau  kamu ada  keluhan  kesehatan, saya bisa
           bantu periksa. Pasti ada tujuannya Bong nyuruh kamu ke sini.”
             “Masalah saya bukan kesehatan, Etra. Bong tahu itu,”

           jawab Bodhi sambil bangkit berdiri, meraih ranselnya. “Saya
           yakin kamu juga tahu.”
             Elektra menelan ludahnya yang terasa getir. Bong memang
           tidak pernah membicarakan keluhan fisik Bodhi. Elektra hanya
           merasa bersalah kunjungan Bodhi tidak sesuai ekspektasi siapa
           pun, termasuk dirinya sendiri.



           36
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56