Page 50 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 50

IntelIgensI embun PagI

           sudah dekil. Dari dalamnya, secarik lipatan kertas ia buka ke
           hadapan Elektra. “Saya punya bukti lain.”

              Elektra menerima selembar kertas itu, membacanya cepat.
              “Surat itu nggak sengaja saya temukan di komputer warnet,
           saya cuma baca judul dokumennya. Akar. Nggak tahu kenapa,
           saya tergerak buka dan baca. Saya selalu merasa surat ini
           ditujukan buat saya. Lihat. Asko, Akar, Petir. Semua yang kita

           alami tertulis di sini.”
              Elektra membacanya ulang, kemudian melipatnya lagi.
           “Oke. Ini betulan aneh.”
              “Saya belum pernah mendengar ‘Asko’ sampai saya baca
           surat itu. Semua yang kita alami tadi, belum pernah kejadian
           sebelumnya di hidup saya.”
              “Mungkin memori apa, kek. Kehidupan lampau? Di
           surat itu kan, tertulis 2.500 tahun. Kan, katanya orang bisa

           reinkarnasi….”
              “Saya besar di wihara, Etra. Saya tahu apa itu reinkarnasi.
           Tapi, surat ini baru saya temukan dua bulan lalu. Ada orang
           dari 2.500 tahun yang lalu ngetik surat ini di warnet di Jakarta,
           gitu?”

              Elektra cuma bisa menggelengkan kepala sambil
           mengangkat bahu.
              “Tadi kamu sempat bilang, kamu suka petir. Kamu nggak
           merasa ada hubungannya? Kalau buat saya, ini terlalu aneh
           kalau disebut kebetulan.” Bodhi menyorongkan kedua
           tangannya. “Mungkin kamu harus pegang tangan saya lagi.”



                                                                  35
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55