Page 52 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 52

IntelIgensI embun PagI

              “Saya pamit. Makasih untuk waktunya.”

              “Kamu masih lama di Bandung?” tanya Elektra begitu
           melihat Bodhi sudah tinggal membuka gagang pintu keluar,
           sebagian dari dirinya ingin menahan Bodhi untuk alasan yang
           ia tak tahu pasti.

              “Belum tahu. Bergantung arah angin.” Bodhi tersenyum
           tipis.
              Pintu itu terbuka.  Terlihat Bong yang langsung tegak
           berdiri melihat Bodhi keluar. Toni duduk di sebelah Bong.
           Elektra hanya bisa memaksakan cengiran sambil melambai-
           kan tangan melihat mereka berdua. Hanya daun pintu dan

           sebidang  dinding  yang  membatasi  mereka  sejak  tadi,  tapi
           Elektra merasa baru saja menyeberang dari dimensi lain dan
           kini kembali ke dunianya yang normal.
              “Kok, cepat amat?” tanya Bong.

              “Seratus persen sehat walafiat,” jawab Bodhi dengan tawa
           lebar, “yuk, cari sarapan. Lapar.”
              “Makan di sinilah. Tempat makan kita bentar lagi buka,”
           sambar Toni.
              “Sudah janjian sama tukang kupat tahu langganan. Ikut?”

           balas Bodhi.
              Toni melirik Elektra. “Saya tinggal, ya?”
              “Sip, selamat makan semua!” Elektra melambaikan tangan
           lebih bersemangat lagi, lalu sigap menutup pintu ruangannya.

           Sama sekali bukan kebiasaan Toni untuk pamit seperti itu,



                                                                  37
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57