Page 46 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 46

IntelIgensI embun PagI

              “Maksudku, pernahkah kami gagal? Para Peretas?” Gio
           berkata cepat.

              “Kamu tidak perlu berbohong kepada Infiltran. Percuma.
           Cepat atau lambat, kami pasti akan tahu,” kata Luca. “Kami
           juga percaya setiap Peretas selalu menyimpan kekuatan di
           balik kelemahannya.  No worries, aku hargai keputusanmu
           tidak berterus terang.”

              Gio merekatkan pandangannya ke tanah, tak sanggup
           memandang Luca.
              “Salamku untuk Jia dan Antonio.” Dengan ringan, seperti
           memanggil kawan lama, Luca menyebut nama ibu dan ayah
           Gio.
              “Kamu kenal orangtuaku?” Gio terperangah.
              “Kalian, para Peretas, selalu dalam pengawasan kami. Aku
           yang kenal mereka. Orangtuamu telah membesarkan anak

           tunggal mereka dengan baik. Untuk itu, kami perlu berterima
           kasih.”
              “Terlalu banyak kejutan dalam satu malam.” Gio
           menggeleng pelan.
              “Mulai malam ini, yang ada cuma percepatan. Kembalilah

           ke Cusco. Sekarang.” Dengan kedua tangan terbenam
           dalam kantong Luca berbalik dan berjalan ke arah pondok,
           meninggalkan Gio sendirian dalam kegelapan.
              Gio mendongak. Tak ada lagi bintang terlihat.







                                                                  31
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51