Page 55 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 55

Keping 47


             “Si Batman lupa bayar berobat tadi pagi.”
             “Nggak bisa transfer bank, atau apa kek, kirim wesel? Sudah

           mau masuk tol, nih,” protes Nabil.
             “Bayarnya nggak pakai duit. Putar,  Bro.” Bong menepuk
           bahu Nabil.
             Sabda Bong tak terbantahkan. Lepas lampu merah, mobil
           itu berputar arah, kembali ke arah pusat kota.







           Untuk  kali  kedua  Elektra  berhadapan  dengan  Bodhi,  dan
           tetap saja sulit baginya menatap langsung kedua mata itu.
           Bodhi memiliki sorot mata yang lembut dan dalam, membuat
           jengah ketika ditatap terlalu lama. Elektra juga masih belum
           bisa menepiskan bayangan perjalanan ajaibnya tadi pagi, yang

           semakin menghantui seiring berjalannya waktu.
             Di dalam ruang praktiknya, tempat paling aman dari
           kegaduhan semalam suntuk Elektra Pop, Elektra kembali
           meminta berbicara empat mata dengan Bodhi.
             “Berubah pikiran?” Tanpa basa-basi Bodhi bertanya seraya

           mendaratkan diri di kursi.
             “Saya bukan orang paling kaya, tapi sekarang ini saya salah
           satu orang paling bahagia di dunia. Saya punya pekerjaan,
           punya keahlian, punya teman-teman yang sudah kayak
           keluarga, dan kakak saya yang nyebelin tinggalnya di ujung
           Indonesia. Hidup saya aman, tenteram, stabil. Jadi, begitu kamu



           40
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60