Page 554 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 554

IntelIgensI embun PagI

           masih lengkap berkumpul. Hanya saja, Alfa tak yakin keluarga
           lengkap adalah sesuatu yang ingin ia hadapi saat ini. Lebih
           mudah  menghadapi  rumah  kosong  dan  titip  pesan  kepada

           pembantu.
              “Halo?” Suara berat seorang pria menyapa di ujung sana.
              “Horas, Pak.”
              “Ichon? He, horas. Di kantor kau?” tanya ayahnya. Di
           latar belakang, terdengar suara ibunya mendekat, bertanya
           berulang-ulang, “Ichon? Telepon dia? Si Ichon do?”
              “Eh… di bandara, Pak.”
              “Mau terbang ke mana?”
              “Ke Medan.”

              “Medan? Bah! Di mananya kau ini?” Suara ayahnya
           menggelegar.  Terdengar bebunyian yang mengindikasikan
           seseorang sedang berusaha merebut telepon. Dan, berhasil.
              “Chon!” Ibunya, Sondang boru Gultom, berteriak.
              Alfa bisa membayangkan ayam-ayam yang beterbangan
           dari meja makan di rumah bolon mereka di kampung. Tak ada
           makhluk yang bisa selamat dari teriakan ibunya.
              “Horas, Mak.”
              “Kok, bisa kau ke Medan? Memang ada penerbangan dari
           Amerika ke Medan?”
              Alfa menahan napas sejenak. Mengantisipasi.  “Aku di
           Soekarno-Hatta, Mak.”

              “Di Jakarta kau?” Sondang berteriak lebih lantang lagi.
           “Kenapa  tak  bilang-bilang  mau  ke  Jakarta?  Kenapa  tak
           langsung ke rumah? Ada apa di Medan? Mau apa kau di sana?”


                                                                 539
   549   550   551   552   553   554   555   556   557   558   559