Page 556 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 556

IntelIgensI embun PagI

              “Eh… iya, Mak.” Alfa berusaha mengingat-ingat siapa
           “Miranda” yang dimaksud ibunya.
                                                                   31
              “Ah, baguslah. Langsunglah kita bikin acara.  Marhusip
           kalian, ya.”
              “Jangan. Jangan dulu, Mak. Belum bilang aku sama
           bapaknya.”
              “Sudah mati bapaknya, kan?”

              Alfa ternganga. Bagaimana mungkin ibunya lebih tahu
           nasib sang calon yang ia bahkan sendiri tak tahu siapa?
              “Yang kanker itu, kan?” lanjut Sondang. “Kapan itu sudah
           sekarat katamu. Masa belum mati? Sudah lama kali.”
              “Oh, ya, ya….” Alfa tertawa sumbang.
              “Bawalah si Miranda, ya. Kita bicara lagi nanti. Kalau sudah
           mantap kau, tak usah lagi tunda-tunda. Sudah tua Mamak-mu
           ini. Ya?”

              “Beres, Mak.” Alfa memindai teman-teman rombongannya,
           berpikir siapa kira-kira yang bisa ia bawa untuk memerankan
           Miranda. Ia harus menghapus Zarah dari daftar karena Gio.
           Sementara lompatan fisik Miranda yang konon adalah boru
           Amerika akan terlalu jauh kalau tahu-tahu diperankan oleh

           Elektra. Satu-satunya kans yang tersisa tinggal Bodhi. Dengan
           wig dan riasan yang pas, sebetulnya Bodhi masih bisa ia
           sulap menjadi… Alfa menggeleng. Matilah awak, keluhnya,
           menyadari lubang kubur yang baru saja ia gali untuk dirinya


           31   Tahap pertama dalam adat Batak untuk peresmian hubungan sebuah
              pasangan, sebelum pertunangan.


                                                                 541
   551   552   553   554   555   556   557   558   559   560   561