Page 559 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 559

Keping 86


           Elektra.  Tak  seorang  pun  luput  dari  ketegangan,  termasuk
           dirinya. Setiap potensi ketidakberesan, sekecil apa pun, akan

           membuat  mereka  mencurigai  keterlibatan  tangan  Sarvara.
           Tidak ada lagi rasa aman. Alfa berdeham kecil. “Jadi Peretas
           Mimpi memang konsekuensi fisiknya berat, tapi sumpah, aku
           bersyukur nggak jadi mereka.”
             “Siapa?”

             “Kabut dan Partikel,” bisik Alfa.
             Bodhi mendeteksi upaya Alfa untuk mengalihkan
           perhatiannya. Ia pun tersenyum kecil.  “Aku bukan Peretas
           Memori, tapi berani taruhan, seorang Alfa Sagala pasti susah
           punya hubungan cinta selama hidupnya.”
             Langsung terbit penyesalan dalam hati Alfa ketika arah
           pembicaraan mereka malah berbalik ke dirinya. “Sok tahu,”
           dumelnya  seraya  menenggak  air  putih  dari  botol  yang

           tersampir di kantong bangku.
             “Nggak heran kamu memilih jadi Peretas Mimpi. Kamu
           lebih memilih patah tulang daripada patah hati.” Bodhi pun
           bersenandung, parau. “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati
           ini.”

             Alfa melipat tangannya di depan dada.  “Kamu
           mengecewakan, Bod. Kupikir radiomu cuma pasang musik
           punk.”
             “Kalau kamu bisa lihat apa yang kulihat, semuanya akan
           semakin aneh, Alfa. Kayak menyaksikan tangan kananmu
           naksir  tangan kirimu.  Bukan  cuma betulan terjadi, hal itu



           544
   554   555   556   557   558   559   560   561   562   563   564