Page 560 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 560

IntelIgensI embun PagI

           bahkan perlu. Realitas ini sinting.” Kelopak mata Bodhi
           memejam. “Di bangku ini, ada kamu dan aku. Tapi, tadi malam
           aku adalah kamu, kamu adalah aku. Kita semua satu.”

              Bodhi seperti melafalkan lirik lagu tanpa senandung. Alfa
           mulai khawatir kejadian semalam ternyata menimbulkan efek
           samping cukup serius. “Kamu harus cek kepalamu. Gara-gara
           benturan mungkin benjolanmu ada yang hilang satu atau
           gimana.”
              Bodhi  tidak mengindahkan.  “Satu  makhluk tunggal,
           terpecah, terus pecahannya bisa saling berteman. Saling
           jatuh cinta. Bahkan, bereproduksi? Gara-gara poros ruang
           dan poros waktu, kita jadi percaya itu semua nyata? Kita jadi

           mengalaminya sebagai proses?”
              “Bod, kamu nggak apa-apa?”
              “Di puncak bukit. Kamu ingat kita bicara barengan? Di luar
           kendali? Di situ aku melihat simpul kita mulai mengerucut
           jadi satu.”
              Kali ini, Alfa tertegun. “Sinkronisasi,” desisnya, “sebelum
           kita terisap portal, kita sempat tersinkronisasi.” Alfa menoleh
           ke Bodhi. “Jadi, kita sebetulnya makhluk yang sama? Itu…
           mengerikan.”
              “Nggak sengeri kalau kamu lihat sendiri.”
              Denting bernada tinggi kembali berbunyi. Tak lama, para
           pramugari kembali mengisi lorong, mengantarkan baki-baki

           berisi makanan dan minuman.
              “Aku lihat satu hal lagi. Sebelum kita pergi.” Bodhi
           menerawang.


                                                                 545
   555   556   557   558   559   560   561   562   563   564   565