Page 565 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 565

Keping 86


             “Kamu sudah kerja juga?” tanya Zarah. Berapa pun umur

           sebenarnya, di matanya Elektra masih pantas jadi anak SMA.
             “Saya punya bisnis bareng Mpret di rumah. Saya juga
           punya klinik.”
             “Klinik apa?”

             “Penyembuhan alternatif, gitu. Pakai listrik. Saya
           terapisnya,” jawab Elektra sembari mesem-mesem.
             Zarah tak bisa menahan ekspresi kagetnya. Elektra ternyata
           menyimpan banyak kejutan.  “Hebat banget, kirain masih
           sekolah.”
             Rumahku cukup besar untuk jadi markas rahasia kita. Staf

           Elektra Pop boleh kamu suruh apa saja. Butuh asisten pribadi?
           Ada Kewoy. Keuangan dan pembukuan? Ada Mi’un. Lapar? Ada
           Mas Yono. Mau ganti model rambut atau meni-pedi? Ada Iksan.
           Pegal linu atau flu? Ada aku. Aku punya segalanya yang kamu

           butuhkan. Tidak ada lagi partner yang paling ideal di dunia ini
           untukmu, wahai Zarah Amala. Cuma aku.
             “Sejak kapan kamu tahu soal Peretas?” Zarah lanjut
           bertanya.
             “Tadi malam. Kamu?”

             “Dua malam lalu, Gio sudah kasih tahu duluan. Cuma, aku
           belum….” Zarah menggeleng pelan.
             “Belum percaya?” Elektra tersenyum pahit. “Saya dan Bodhi
           malah sempat masuk ke Asko. Saya juga nggak percaya.”

             “Jadi, apa saja yang bisa dilakukan Peretas Memori?”



           550
   560   561   562   563   564   565   566   567   568   569   570