Page 578 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 578

IntelIgensI embun PagI

              Tanpa ragu, Alfa menghambur ke dalam dekapan
           perempuan  itu.  Bertemu  Nai  Gomgom  adalah  hal  terdekat

           yang bisa menggantikan pertemuan dengan keluarganya
           sendiri.
              “Terkabul doaku, Chon,” bisik Nai Gomgom. “Bisa kulihat
           lagi kau datang kemari bersama kawan-kawanmu. Tak ada
           kehormatan  yang  lebih  besar  lagi  buatku.  Seumur  hidupku
           cuma buat ini, Chon. Buat kalian semua.”
              Alfa kini bisa melihat keterkaitan itu dengan jelas. Nai

           Gomgom dan Ronggur Panghutur selalu ada di pihak yang
           sama, relasi keduanya sebagai Umbra dan Infiltran tercermin
           dari dinamika mereka sejak dulu. Ia hanya belum terbangun
           untuk membaca keseluruhan peta. “Jadi,  Inang do hape sada
           sian angka Halilu i ate?”  32
              Pelukan Nai Gomgom lepas seketika. Ia menepak lengan
                                                   33
           Alfa. “Ah,  ndang. Ai so didok hami Halilu!   Umbra sebutan
           kami, Chon.”

              “Oh.” Alfa mengusap lengannya yang terasa pedas. “Eh,
           Inang, kenalkan dulu teman-temanku….”
              “Aku tahu siapa mereka, Chon.” Nai Gomgom menatap
           satu demi satu Peretas dengan senyum haru.
              “Permisi, Bu. Itu rumah suaka kita yang baru?” tanya
           Toni. Ia masih ingat prinsip low profile yang dianut Infiltran,
           tapi gubuk di depan mereka tak ubahnya saung petani di

           persawahan.
           32   Jadi, Inang salah satu dari para Halilu? (bahasa Batak).
           33   Bukan Halilu sebutan untuk kami! (bahasa Batak).


                                                                 563
   573   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583