Page 622 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 622

IntelIgensI embun PagI

              Elektra ingin muntah mendengar kata “bukit”.

              Toni berjalan cepat melewati kedua temannya, menuju
           titik tertinggi. Hamparan rumput liar bercampur bebatuan
           terhampar. Tampak dua orang berjalan di kejauhan. “Tuh!”
           seru Toni sambil menunjuk ke bawah.

              Tergopoh, Elektra ikut melihat lebih jelas. “Bentar dulu,
           bentar dulu.” Elektra menahan Toni. “Ada yang aneh.”
              Toni dan Bodhi sama-sama mengamati dan mencari
           keanehan yang dimaksud Elektra.
              “Dua simpul merah. Aku nggak menangkap apa-apa lagi,”
           cetus Bodhi.

              “Ya, ampun. Benar. Mereka gandengan.” Elektra terpera-
           ngah. Tangannya spontan membekap mulut.
              “Ya’elah, Tra.” Toni menggocek kepala sambil menggosok
           rambut jabriknya.  “Lu masalah kalau mereka gandengan?

           Oke. Kita bikin bubar sekarang juga.” Ia lalu berlari menuruni
           lereng sambil berteriak kencang, “WOOOIII!”
              “Jabrik payah. Nggak ada romantis-romatisnya,” rutuk
           Elektra.







           Penglihatan Elektra tidak salah. Gio dan Zarah bergandengan
           tangan. Tautan itu bahkan tidak tergoyahkan oleh lolongan

           Toni yang berlari menuju keduanya seperti kereta api blong.



                                                                 607
   617   618   619   620   621   622   623   624   625   626   627