Page 623 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 623

Keping 91


             “Batu kalian masih ada?” Pertanyaan pertama Bodhi begitu
           berhadapan dengan Gio dan Zarah. Keduanya tampak lebih

           babak belur daripada mereka bertiga.
             “Ada,” jawab Zarah.
             “Lengkap,” kata Gio.  “Ranselku juga ketemu. Ada yang
           butuh minum?”
             “Saya!” teriak Elektra yang terseok-seok mendekati

           rombongan.
             “Sebentar,” sela Toni, ia meraih botol dari tangan Gio. “Sisa
           berapa botol, Gio?”
             “Dua.”
             “Kita jatah kalau gitu. Kita nggak tahu berapa lama lagi kita
           harus bertahan di sini.”
             Zarah mendongak.  “Bakal hujan,” ia terdiam sejenak,
           “badai.”

             “Betul, kita bisa minum air hujan. Tapi, tetap saja. Kita harus
           disiplin. Tiga tutup botol, Tra.” Toni bersiap menuangkan air
           ke cekungan tutup botol. “Kita juga masing-masing tiga, Bod.”
             “Alumni Jambore tahun berapa, Mpret?” Elektra menerima
           jatah airnya dengan sebal.

             “Jambore Nasional kelima, tahun ’91, Cibubur,” jawab Toni.
             Kutu kucing, maki Elektra dalam hati.
             Bodhi  melirik  jam  yang  melingkar  di  tangan  Gio. “Kita
           cuma punya waktu kurang dari sejam.”
             “Sekarang berarti baru jam lima? Sinting.”  Toni ikut
           mendongak. “Kayak sudah setengah tujuh.”



           608
   618   619   620   621   622   623   624   625   626   627   628