Page 645 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 645
Keping 93
“Bentar dulu, gimana susunannya? Kita harus pegang-
pegangan lagi kayak upacara api unggun?” tanya Elektra.
“Niat menggerakkan pikiran. Kita, secara sadar, bersamaan.
Cukup.” Bodhi memandang berkeliling. “Tujuan kita satu.
Memberangkatkan Mpret. Antarabhava.”
“Bentar, bentar!” sela Elektra lagi. “Peretas Memori itu
katanya terpicu sama sentuhan, berarti kita tetap harus….”
“Buset, dah!” seru Toni sambil mengayunkan tangannya
mencengkeram telapak tangan Elektra.
Tanpa berpikir, Elektra mengayunkan tangan sebelahnya
lagi kepada Zarah. Reaksi berantai spontan itu berlanjut
kepada Gio. Bodhi. Ketika lingkaran itu menggenap kembali
kepada Toni, detik itu jugalah Toni roboh ke tanah bersamaan
dengan lenyapnya Jaga Portibi dari tengah-tengah lingkaran,
berganti menjadi sekeping batu yang jatuh di atas tanah.
Kepingan batu bertorehkan simbol Gelombang.
630

