Page 646 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 646

IntelIgensI embun PagI








           Seperti kena sengatan, kelopak mata Toni membuka sekaligus.
           Tangannya masih terkait dengan Bodhi dan Elektra. Tautan
           tangan merekalah yang menahan batok kepala  Toni tidak
           menghantam batu akibat pingsan mendadak. Panik,  Toni
           melepaskan  diri.  Terbungkuk-bungkuk dan memuntahkan

           angin.  Jika  saja  nasi  kalengan  pemberian  Ronggur  berhasil
           ia habiskan, niscaya ia akan memberi makan rumput dengan
           bubur dari lambungnya. Kunjungannya ke Antarabhava hanya
           berlangsung beberapa saat dalam hitungan mekanik waktu,
           tapi terasa begitu padat, berliku, dan menyakitkan.
              Gio buru-buru menyusul sambil membawakan botol air
           yang langsung ditenggak Toni dengan membabi buta.

              “Nggak usah dijatah, nggak apa-apa, Mpret. Habiskan
           saja,” ujar Elektra.
              “Kita… lanjut ke atas…,” kata Toni dengan tersengal. Meski
           terhuyung, ia berusaha berjalan dengan langkah besar-besar.
              “Kamu bisa komunikasi? Atau terlempar keluar?” Bodhi
           menahan Toni. “Barusan kenapa, Mpret?”

              “Konversi… Alfa bakal dikonversi,” kata  Toni sambil
           mengatur napasnya.  “Dia minta tolong kita menggagalkan
           konversinya.”
              “Kita?” pekik Elektra. “Memangnya kita bisa apa? Naik saja
           ngos-ngosan! Nggak ada siapa-siapa yang bantu kita!”



                                                                 631
   641   642   643   644   645   646   647   648   649   650   651