Page 62 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 62

IntelIgensI embun PagI

           yang luar biasa. Saya merasa sangat terhormat bisa bertemu
           dengan Nak Bodhi.”

              Elektra ikut berdecak kagum.  “Bodhi nginap di tempat
           saya dua malam lho, Bu.”
              “Sebetulnya saya ke sini mau minta tolong,” kata Bodhi
           rikuh.
              “Apa yang bisa saya bantu?”

              Bodhi kembali melirik Elektra. “Saya agak bingung harus
           mulai cerita dari mana.”
              “Kita ngobrol di dalam. Saya kepingin tahu cerita pertemuan
           kalian sedetail mungkin.” Sati bergegas membalikkan plang
           tokonya ke tulisan “TUTUP”, lalu mengunci pintu.







           Asap dupa memelintir halus tertiup kipas angin yang berputar
           dengan kecepatan rendah di pojokan, menebarkan wangi
           cendana ke seluruh ruangan.
              Sambil duduk bersila di ruang tamu temaram bergelar
           karpet itu, Elektra menceritakan selengkap-lengkapnya kepada

           Sati urutan peristiwa pertemuannya dengan Bodhi, termasuk
           awal sakit kepala yang ia dan Bodhi sama-sama derita pagi itu.
              “Apa saja yang kalian lihat di tempat itu?” tanya Sati.
              “Asko berkilau kayak ditabur  glitter,  Bu.  Ada enam
           bangunan. Kita ketemu satu perempuan….”
              “Bintang Jatuh,” gumam Bodhi.



                                                                  47
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67