Page 61 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 61

Keping 48


             Bodhi memanfaatkan momen itu dengan langsung

           mengulurkan tangan.  “Bodhi,” ia mengulang namanya
           sekali lagi.  Tangannya disambut dan digenggam lama.
           Mereka bertatapan. Bodhi mempelajari perempuan yang
           begitu diagung-agungkan oleh Elektra. Garis muka itu jelas

           menunjukkan campuran etnis India. Kulitnya sedikit gelap,
           perawakannya sedikit gempal, wajah polos tanpa pulasan apa-
           apa itu menunjukkan jejak kecantikan masa muda dengan
           hidung mancung dan mata besar yang menyorot simpatik.
           Rambut hitamnya dihiasi larik-larik uban, dijalin menjadi
           satu  kepang panjang  mencapai pinggang. Namun, yang

           paling berkesan dari kehadiran Sati adalah figur keibuan yang
           begitu kental, yang membuat hati Bodhi tersentuh dari hanya
           bertatapan.
             “Luar biasa,” bisik Sati berkali-kali, matanya berkaca-kaca.

           “Mimpi apa saya, kedatangan tamu orang hebat seperti kamu.”
             Bodhi melirik ke arah Elektra yang juga ternyata sedang
           meliriknya dengan ekspresi bingung yang serupa.
             “Pertemuan kita ini, pertemuan kamu dengan Elektra, pasti
           punya tujuan besar. Bakatmu akan menolong banyak orang,

           Bodhi,” kata Sati lagi.
             “Bakat?”
             “Masih perlu saya beri tahu?” tanya Sati takjub. “Dunia ini
           punya siklus. Saya percaya itu. Di setiap siklus, seorang istimewa

           akan hadir. Bahkan, kelahirannya saja sudah membawa berkah



           46
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66