Page 669 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 669

Keping 96


             Bodhi mengerjapkan mata. Lapisan simpul-simpul emas
           yang  melingkari  mereka  bergerak  bersamaan,  membentuk
           formasi  melingkar  tiga  lapis  dengan  jarak  selang-seling  di

           antara satu sama lain yang menyerupai gerigi kunci.
             Liong  memandang  berkeliling.  “Indahnya  simetri,”
           desahnya puas.
             Seraya menggamit tangan Zarah, Gio menenggak sekaligus
           isi botol pemberian Luca.
             Sesaat kemudian, realitas berubah bagi Gio. Tanpa perlu
           berbaring dan menutup mata, ia melihat segenap perbukitan
           dilapisi oleh pola-pola heksagonal yang hidup dan berdenyut.
           Jantungnya memburu. Setiap degup membawanya semakin

           dalam dan tenggelam ke pusaran itu. Dunia di hadapannya
           berubah menjadi mandala, berputar dalam keabadian. Gio
           mulai kehilangan pijakan. Badannya masih berdiri, tapi rasanya
           ia melayang.
             “Aku di sini,” bisik Zarah.
             Bisikan Zarah menjadi jangkarnya. Gio menggenggam
           tangan Zarah erat.
             Di lapis paling depan barisan Infiltran, Kalden memejamkan
           mata. Kubah yang memayungi mereka lenyap dan detik itu juga
           puncak Dolok Simaung-Maung kembali mengaum.  Tanah
           yang mereka pijak bergetar. Celah cahaya itu melebar dengan
           cepat. Zarah dan Gio terisap hilang dalam satu ketukan.









           654
   664   665   666   667   668   669   670   671   672   673   674