Page 668 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 668

IntelIgensI embun PagI

              Batu yang dipegang  Toni seketika lepas dan pindah ke

           tangan Liong. “Akan kudaur ulang,” sambung Liong.
              “Kampret.” Toni terkekeh pelan.
              Terakhir,  Liong  menemui  Elektra  yang  masih  duduk
           berlutut  dan  terisak.  “Tempatmu  sudah  tepat.  Aku  bahkan

           tidak perlu menggesermu ke mana-mana, Petir. Kamu adalah
           salah satu yang terkuat di antara semua Peretas.”
              Elektra mendongak. “Saya nggak mau menyakiti siapa pun.
           Kenapa harus saya?”
              “Kamu tidak menyakiti Alfa. Kamu membebaskannya. Alfa
           memilih kamu karena cuma kamu yang cukup kuat untuk itu,”

           jawab Liong. “Pasti ada alasan mengapa kamu memilih lahir
           dalam fisikmu yang sekarang. Kamu menjadi yang terkecil
           supaya kamu bisa belajar untuk tidak takut pada kekuatanmu
           sendiri.” Halus, Liong menepuk bahunya. Batu milik Elektra

           pun melayang keluar.
              Di sisi seberang, Luca mendekati Gio, menyerahkan satu
           botol bening kecil berisi cairan berwarna tembaga.
              “The last dial you’ll need to turn the key,” ucap Luca.  “Just
           be ready, Amigo. This time your body will break them down in

           a whirlwind speed.”  Luca  lalu melirik Zarah. “Masih cukup
           Muscimol dalam sistemmu. Safe trip, Amiga.”
              Luca kembali ke tempatnya, ke lingkaran lapis kedua
           setelah gugus Asko. Di sana ia berdiri bersama Kalden, Kell,

           Kas, Liong, dan Amaru.



                                                                 653
   663   664   665   666   667   668   669   670   671   672   673