Page 82 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 82

IntelIgensI embun PagI

              Makhluk hitam itu mengepakkan kedua sayapnya. Seluruh
           alam ikut berguncang. Bodhi mendengar satu kata yang
           diteriakkan ke dalam benaknya dengan kemarahan. Sarvara.

              Ledakan besar terjadi.






           Alfa tersentak ketika dadanya tiba-tiba terasa diimpit. Ia hafal
           betul sensasi itu. Ia melirik ke samping dan menemukan Kell
           masih dalam posisi yang sama dengan kain menutup mata.
           Alfa menggoyangkan kepalanya. Aku tidak tidur.
              Beberapa detik lalu ia masih duduk diam melamunkan

           Ishtar dengan sampanye yang tak habis-habis. Alfa menatap
           gelasnya dan terkesiap. Gelas itu kosong. Alfa tak ingat kapan
           ia menandaskannya.
              Alfa berusaha meraih gelas itu untuk mengeceknya sekali
           lagi, dan terlonjaklah ia ketika bolpoin logamnya yang malah
           memelesat ke telapak tangan. Alfa bersyukur ia tidak sampai
           terpekik. Gelas kosong itu oleng dan jatuh ke karpet.
              “Kell, Kell….” Alfa mengguncang pelan tubuh Kell.
              “Hmmm?”
              “Ada yang masuk ke Antarabhava.”
              Kell memelorotkan kain yang menutupi setengah wajahnya.
           “Yakin?”

              Alfa memusatkan perhatiannya kembali kepada bolpoin.
           Hati-hati, ia mendekatkan tangannya. Bolpoin itu tidak
           bergerak lagi.


                                                                  67
   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87