Page 83 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 83

Keping 50


             “Kamu baik-baik, Sagala?”
             “Sesaat yang lalu, aku punya kemampuan lain.”

             “Mengganggu tidur orang.”
             “Aku serius. Aku merasa ada yang tertransfer. Ada pihak
           lain, dengan kemampuan lain. Ada… dua. Dua pihak.” Mata
           Alfa membeliak. “Bagaimana aku bisa tahu itu?”
             Kell mengibaskan bandana hitamnya, bersiap tidur lagi.

           “Antenaku belum aktif. Kita cari tahu kalau sudah mendarat
           nanti.”






           Elektra  terbangun,  menemukan  lampion  merah  yang
           menggantung  di langit-langit sebagai objek pertama yang
           beradu dengan matanya. Kepalanya perlahan menyamping,

           menemukan Bodhi yang telentang dengan kelopak masih
           menutup.
             “Elektra.”  Terdengar suara lembut Sati memanggilnya.
           “Apa yang tadi kamu lihat?”
             “Bukan Asko,” jawab Elektra dengan suara lemah. Ia

           merasakan perubahan drastis. Pikiran dan tubuhnya seperti
           putus hubungan. Elektra memerintahkan badannya untuk
           duduk, tapi tidak ada kekuatan yang bisa ia temukan. “Badan
           saya kenapa ya, Bu?”
             “Sini, saya bantu.” Sati menopang bahu Elektra dan
           mendongkraknya naik. Tubuh itu lemas seperti daun layu.



           68
   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88