Page 109 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 109
KEPING 7
Dengan santai, Diva menurut. Melucuti bajunya satu-
satu.
“Nih, sudah.”
Mata Pak Margono langsung membelalak seperti bu rung
hantu. Ngiler. “Sini, sini kamu!” panggilnya mem babi buta.
Diva yang mendekat langsung disergap tanpa ampun. Jelas
sekali bapak itu berusaha keras.
Ia berusaha, dan berusaha. Lima belas menit lewat su dah.
Sembilan belas menit. Dua puluh dua. Akhirnya, ia menye-
rah kepayahan dengan napas memburu yang tak meng ha-
silkan.
“Mungkin Bapak mesti tunggu obat titipan dari Ame rika
itu datang,” ujar Diva seraya bangkit berdiri. Ia pun mulai
berbenah.
Pak Margono terkulai, persis penisnya. Tanpa sanggup
lagi berkata apa-apa.
Diva menghampiri amplopnya. Mengambil setengah.
“Ini ongkos saya telanjang tadi, Margo,” katanya sambil
melangkah pergi, “dan biaya ganti rugi G-string saya yang
kamu robek.”
Pintu itu menutup.
98

